Gelap menghempas di kala mentari mengganas
Dulu terang lalu redup
Legam
Pekat
tak berpendar
Sajak tak berima
Mengantarnya
Menggenggam kata
Merangkul emosi
Demi sebuah ego
Hingar bingar yang meletup-letup
Bagaikan gerbang yang menutup
Semua palsu...
Membuatku semakin terpaku
Sunday, October 31, 2010
Sunyi dan Pekat
sunyi dan pekat
menyelinap mendekap kosong
malam gelap dan sunyi senyap
tak lagi kulihat senyum sang rembulan
bintang-bintang tak lagi memasir
seperti tak akan ada lagi rindu yang berdesir
ketika itu semua berlari
menjauh
pergi
seperti tak kan kembali
sunyi dan pekat
datang menghimpit
ketika hati mulai bangkit
datang badai yang mempersulit
ku mulai tak peduli dengan semua ini
mencoba untuk bersikap tuli
demi menggapai semua yang tak pasti
Preketek
nada preketek
berbunyi tek tek tek
tak ada yang lain selain cinta di tek tek
layaknya penjual tahu tek
bermuara dari rumpun berkotek
yang dengan gagahnya bersolek
berhiaskan diri dengan menyontek
nada preketek
tek...
tek...
tek...
selalu saja cinta berkotek
menunggu untuk tercekik
Subscribe to:
Posts (Atom)